Upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban dalam mewujudkan tertib administrasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dilaksanakan melalui kegiatan supervisi, pembinaan dan monitoring tata kearsipan OPD dalam bimbingann teknis bagi pengelola arsip kecamatan se-Kabupaten Tuban yang dilaksanakan pada Hari Selasa, 26 September 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tuban.
Diadakannya bimtek ini diantaranya untuk menghapus stigma masyarakat yang menganggap arsip sebelah mata dan hanya sebagai tumpukan sampah semata. Padahal satu-satunya yang jujur di dunia ini adalah arsip. Seperti yang dikemukakan oleh Sri Wigatin (Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan) bahwa satu-satunya yang jujur di dunia ini adalah arsip, mengapa jujur? Karena jika dalam suatu persidangan arsip selamanya akan bicara ‘’A‘’, sedangkan jika manusia berbicara “A” pada suatu saat dia dipressing /ditekan dari pihak luar maka dia dapat berubah menjadi “B”. hal inilah yang perlu diperhatikan bahwa arsip itu seperti 2 bilh mata pisau yang dapat menyelamatkan dan juga dapat membahayakan.
Arsip disimpan karena memiliki nilai guna. Diantaranya adalah administrative value/ nilai guna di bidang admnistrasi, legal value/ nilai guna di bidang hukum, fiscal value/ nilai gunan di bidang keuangan, research value/ nilai guna di bidang penelitian, educational value/ nilai guna di bidang pendidikan, dan documentary value/ nilai guna di bidang dokumentasi. Rr. Sasmiyati (staff Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban/ narasumber bimtek) mengatakan bahwa arsip itu indah. Mengapa? karena arsip memiliki nilai seni yang berarti, seperti guide/ penyekat arsip dibuat berwarna-warni agar mudah dimengerti juga indah jika dilihat.
Mayoritas peserta bimtek mengeluhkan kurangnya sarana dan prasarana kearsipan seperti (filing cabinet, rak arsip, boks arsip dan lainnya) menjadi hambatan pengelola arsip di kecamatan. selain itu, kurangnya SDM yang paham tentang kearsipan juga menjadi hambatan tersendiri, serta banyaknya tugas yang diemban oleh pegawai-pegawai di kecamatan mengakibatkan meyoritas arsip-arsip kecamatan kurag terkelola dengan baik. Harapannya setelah bimbingan teknis bagi pengelola arsip kecamatan ini peserta mampu mengaplikasikan materi yang diterima oleh peserta ke masing-masing tempat kerja, karena kedepannya akan diadakan lomba kearsipan tingkat desa dan kecamatan sebagai tolok ukur perkembangan masa sebelum bimtek dan pasca diadakannya bimtek.
Penulis : Fajar
