PENERAPAN APLIKASI INLISLITE VERSI 3

Sebagai upaya mewujudkan otomasi layanan pada perpustakaan sekolah

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Pasal 1). Dan pada pasal 23 ayat 5 ditegaskan bahwa perpustakaan sekolah/masalah mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, dimana hampir semua layanan serba otomasi, serba canggih, serba gadget, tentunya perpustakaan harus mampu menyesuaikan jenis dan kualitas layanannya sesuai dengan kemajuan teknologi tersebut khususnya teknologi informasi dan komunikasi agar tidak ketinggalan jaman.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban menyelenggarakan bimtek otomasi perpustakaan sekolah guna mewujudkan peningkatan layanan pada perpustakaan sekolah dari manual beralih ke otomasi. Penggunaan sistem otomasi sangatlah penting karena jika suatu perpustakaan memiliki banyak koleksi dan memiliki banyak peminjam maka sistem otomasi itu sangatlah berguna. Otomasi perpustakaan juga dapat membantu pustakawan yang ada di perpustakaan dalam proses pelayanannya dan dapat membantu memudahkan pengguna dalam menemukan informasi yang mereka (user) butuhkan.

 Bimtek otomasi tersebut dilaksanakan selama empat hari (12-15 Maret 2018). Dalam bimtek ini, pustakawan sekolah diajarkan cara mengolah buku secara elektronik menggunakan aplikasi inlislite versi 3 yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan dishare secara gratis. Dengan aplikasi inlislite versi 3 ini, pustawakan sekolah sangat dimudahkan dalam mengolah buku, transaksi peminjaman buku, pendaftaran anggota, serta pelayanan lainnya termasuk layanan e book.

Otomasi perpustakaan memberikan dampak yang lebih baik bagi pengelola perpustakaan dan pengguna perpustakaan. Hal ini disebabkan karena adanya efisiensi yang terjadi dalam otomasi perpustakaan tersebut. Dengan adanya otomasi perpustakaan maka efisiensi tenaga, waktu dan biaya akan terasa bagi pengelola perpustakaan, demikian juga bagi pengguna perpustakaan karena pengguna perpustakaan dapat mengakses data dan informasi bahan pustaka dari mana saja dan kapan saja.  (ed:Budi Irw)

Penulis : Fajar

Komentar