Bimbingan Teknis Pustakawan Sekolah Tahun 2017

Rendahnya minat baca pada perpustakaan sekolah di Tuban, Jawa Timur menjadi cambuk bagi Pemerintah Kabupaten Tuban untuk meningkatkan minat baca di perpustakaan sekolah. Penyebab rendahnya minat baca pada perpustakaan sekolah salah satunya adalah layanan yang kurang prima, sedikitnya koleksi buku bacaan yang dimiliki perpustakaan sekolah, sempitnya perpustakaan atau bahkan belum memiliki gedung perpustakaan, tidak adanya petugas perpustakaan/ pustakawan secara khusus, serta tidak adanya sarana dan prasarana lain yang menunjang terlaksananya layanan perpustakaan prima.

        Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan guna meningkatkan minat baca di perpustakaan sekolah melaksanakan bimbingan teknis pustakawan sekolah. Sasaran yang pertama adalah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta se-Kecamatan Tuban. Sebelum mengadakan bimbingan teknis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban melaksanakan survey terhadap sekolah-sekolah yang akan diberikan bimbingan teknis. Hal-hal yang menjadi penilaian antara lain :

  1. Adanya pustakawan/petugas khusus perpustakaan;
  2. Adanya sarana dan prasarana penunjang layanan perpustakaan (computer, printer, dan barcode scanner);
  3. Adanya bangunan fisik perpustakaan; dan
  4. Minat baca pelajar di perpustakaan sekolah.

        Selain melaksanakan survey di setiap sekolah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban juga menginstall aplikasi inlislite versi 3 yang dilaksanakan secara bersamaan dengan survey, harapannya adalah peserta bimbingan teknis (pustakawan/petugas perpustakaan sekolah) sebelum bimbingan teknis telah memahami cara mengoperasikan aplikasi tersebut. Sehingga, pada saat dilaksanakan bimbingan teknis peserta akan lebih handal dan tahu lebih detail cara penggunaan aplikasi inlislite versi 3.

     Bimbingan teknis pustakawan sekolah ini dilaksanakan pada tanggal 21-22 Februari 2017. Narasumber dalam bimbingan teknis tersebut adalah Miftakhun Nurin Fauziyati dan Dwi Okta Sulistiyawan Saputra. Materi yang diberikan kepada peserta ialah dasar-dasar dalam mengolah buku, dan cara penggunaan aplikasi inlislite versi 3.

         Peserta yang hadir pada hari pertama berjumlah 35 orang dan pada hari kedua berjumlah 32 orang. Peserta yang hadir dalam bimbingan teknis ini merasa terbantu dengan adanya aplikasi inlislite versi 3 ini. Sebab, aplikasi ini selain mudah digunkan juga diberikan secara gratis, serta pelayanan prima secara gratis tanpa biaya dari petugas Dinas Perpustakan Kabupaten Tuban yang telah ditunjuk sebagai penanggung jawab inlislite versi 3 se-Kabupaten Tuban. Setelah bimbingan teknis dilaksanakan pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban selaku pihak penyelenggara bimbingan teknis akan melaksanakan supervisi dan monitoring guna tetap memandu terlaksananya otomasi perpustakaan di perpustakaan sekolah se-Kecamatan Tuban yang berbasis teknologi informasi.

Komentar