Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban
Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Tuban ke 724 tahun sekaligus untuk memperingati Hari Gerakan Membaca Nasional ke 15 tahun yang juga bertepatan jatuh pada tanggal 12 November maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban menyelenggarakan acara Lomba Minat dan Budaya Baca sebagai wujud antusiasme merayakannya. Lomba Minat dan Budaya Baca terdiri dari rangkaian acara selama 4 hari kedepan mulai tanggal 13 November – 16 November 2017 di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban. Pada hari ini (13/11) kegiatan awal dibuka dengan acara “Perpustakaan Kreatif dan Inovatif Menuju Masyarakat Tuban Lebih Sejahtera : Membangun Akhlaq Mulia Anak Sejak Usia Dini Melalui Tuban Berkisah” yang terlaksana di halaman depan Perpustakaan dan diikuti oleh 129 sekolah RA, KB, dan TK dengan total 500 peserta yang terdiri dari siswa dan orangtuanya.
Kegiatan Tuban Berkisah sajian acaranya terdiri dari Penampilan Tari Remo sebagai tarian khas Jawa Timur, Pemberiaan supporting dalam bentuk bingkisan oleh tim Penerbit Erlangga, Pembacaan cerita dengan judul “Zzz waktunya tidur” oleh Bunda Baca Kabupaten Tuban yaitu Ibu Andajati Noor Nahar Husein sebagai wakil dari Ibu Bupati Hj. Qodiriyah Fathul Huda yang berhalangan hadir dan diakhiri dengan pertunjukan mendongeng dari Kak Hadiyan Maryadi (Pendongeng Prov. Jawa Timur) dengan teman karibnya boneka monyet bernama Moli.
“Antusiame cukup meriah Saya temukan di Kabupaten Tuban, para peserta menikmati dongeng yang Saya bawakan begitu pula dengan para orangtua mereka. Jadi aktifnya antusias anak beserta orangtua inilah yang menjadi poin istimewa sehingga peran Perpustakaan Umum Kabupaten Tuban semoga semakin terlaksana dengan baik”, ungkap Kak Hadiyan Maryadi usai mendongeng dengan judul “Serangan pasukan kuman dan virus”, Senin (13/11). Terselenggaranya kegiatan ini menjadi awal peran baru dari Perpustakaan Umum dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban bahwa melalui transformasi budaya tutur yang sudah melekat di masyarakat dapat diubah melalui kegiatan mendongeng agar tercipta kembali budaya pendidikan karakter sejak dini pada anak, optimalnya kembali kedekatan sosialisasi orang tua dan anak sekaligus peningkatan minat baca pada anak yang didampingi pula peran contoh dari orang tua sebagai faktor terdekat dalam pendidikan karakter bagi anak.
Penulis : Mega
