Budaya Literasi telah banyak diterapkan disekolah-sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, serta meningkatkan mutu pendidikan. Bahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sudah banyak sekolah yang menerapkan gerakan literasi, ini terbukti dengan adanya pojok baca di setiap kelas, biasanya pihak sekolah mewajibkan pada murid-muridnya untuk membaca 15 menit buku bacaan terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai
Kegiatan membaca dapat diajarkan pada anak dengan pendekatan proses yang meliputi beberapa tahapan membaca yaitu tahapan persiapan membaca, kegiatan membaca tahap merespon, tahap mengeksplor bacaan dan tahap memperdalam interprestasi.
Hari senin (20/01) Perpustakaan Keliling melakukan layanan baca di SDN Sidomukti II Kenduruan di sana kita membacakan cerita diselingi dengan memberikan pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh mereka memahami isi dari cerita yang kita bacakan mereka merespon dengan baik menjawab pertanyaan dengan tepat dan bersemangat, anak-anak SDN Sidomukti II sangat senang sekali perpustakaan keliling datang di sekolah mereka karena ini yang pertama kalinya, setelah layanan selesai kami pun berpamitan dan melanjutkan untuk kemitraan di SDN Tawaran II, MI Salafiah Tawaran dan MI Thariqul Huda Kenduruan.(Dessy)
