Be the Best School Library

Lomba perpustakaan sekolah tahun 2017 yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban merupakan ajang bergengsi  untuk membuktikan diri (perpustakaan sekolah)  sebagai yang terbaik diantara kontestan (sekolah) lain. Diselenggarakannya lomba perpustakaan sekolah ini tidak lain untuk memicu semangat sekolah-sekolah untuk menghidupkan perpustakaannya. Selain itu,peningkatan layanan perpustakaan sekolah kepada pengguna (guru dan murid) juga menjadi hal yang sangat diperhatikan. Dengan adanya lomba ini semua sektor untuk membuat perpustakaan maju, seluruh sekolah berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.

Diikuti oleh seluruh sekolah di Kabupaten Tuban, lomba perpustakaan sekolah tahun 2017 dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan, yaitu lomba perpustakaan sekolah tingkat SD/ MI sederajat, lomba perpustakaan sekolah SMP/ MTs sederajat, dan lomba perpustakaan sekolah SMA/SMK/MA sederajat. Pada tahap pertama, kontestan diwajibkan mengirimkan bandel kuesioner yang diisi sesuai dengan keadaan perpustakaan sekolah sebenarnya. Setelah batas tanggal pengiriman selesai, tim juri menilai dan membuat rekap berdasarkan hasil/ isi kuesioner masing-masing kontestan.

Pada tahap kedua, keputusan tim juri untuk mengambil 5 kontestan per tingkatan, yakni untuk tingkat  SMA/SMK/MA sederajat yang lolos ke tahap visitasi adalah SMKN 2 Tuban, SMAN1 Tuban, SMAN 3 Tuban, SMK YPM 12, dan SMA Al-Huda Boarding School. Tingkat SD yang lolos tahap selanjutnya adalah SDN Kebonsari II Tuban, SDN Kutorejo III Tuban, SDN Kutorejo I Tuban, SDN Latsari Tuban, dan SD Bina Anak Sholeh. Sebagai kontestan yang lolos ke tahap visitasi untuk tingkat SMP/MTs sederajat adalah SMPN 1 Grabagan, SMPN 1 Semanding, SMPN 3 Semanding, SMPN 1 Kerek, dan SMPN 1 Parengan.

Lomba perpustakaan sekolah ini merupakan rangkaian akhir dari pembinaan perpustakaan yang pada awal tahun 2017 digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban. Namun diharapkan, pembinaan dan monitoring yang telah dijalankan dengan baik ini tidak terhenti setelah pemenang lomba diumumkan. Seyogyanya pembinaan dan monitoring ini terus dilaksanakan untuk memantau perkembangan yang dilakukan oleh sekolah terhadap perpustakaan sekolah untuk menjadikan perpustakaan sekolah sebagai sentral ilmu dan tentunya untuk membentuk karakter siswa yang berdikari dibutuhkan perpustakaan yang lengkap di segala sektor. Tentunya peran serta komitmen kepala sekolah sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan semuanya.

Penulis : Fajar

Komentar