Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Tuban merupakan salah kota kecil pada jalur lintasan pantura, begitulah yang mungkin sapaan akrab publik pada umumnya. Sama halnya dengan kota lainnya di seluruh Indonesia maka Tuban juga mempunyai beberapa monumen perjuangan dalam merebut Kemerdekaan RI dahulu yang terus dilestarikan hingga kini, salah satunya adalah Monumen Berdarah Kali Kepet. Dalam rangka mewujudkan pelestarian nilai-nilai luhur sejarah sekaligus mengembangkan karya kearifan lokal Tuban maka diselenggarakanlah kegiatan “Bincang Buku : Pagi Berdarah Kali Kepet” oleh kerjasama Perpusda dengan para penulis Tuban tepatnya kemarin (29/09) bertempat di Aula Auditorium Lantai 2 Perpusda mulai pukul 08.00 – selesai.
Kegiatan Bincang Buku ini diikuti oleh 65 peserta mulai dari kalangan pelajar, umum, komunitas, instansi sampai dengan swasta. Narasumber kegiatan oleh penulis Tuban yaitu Edi Eka Setiawan dan M. Andik Susanto. Adapun tahapan acara terdiri dari bedah dan bincang buku “Pagi Berdarah Kali Kepet”, sharing seputar pengembangan potensi menulis dan aspek lain seputar pengembangan sejarah yang nantinya berpotensi luas mendukung karya-karya lokal Tuban.
“Perwujudan daya dukung potensi masyarakat salah satunya muncul dari pengembangan karya tulis lokalnya juga. Melalui bincang buku nantinya akan menjadi kemas ulang layanan yang memudahkan generasi milenial untuk peduli dan paham sejarah sembari berpacu meningkatkan minat baca dan budaya literasi sebagai pendampingnya”, tutur Rahayu Supriyati, S.H. (Kepala Bidang Perpustakaan Umum Tuban) saat membuka acara.
Terfasilitasinya langkah awal para penulis Tuban semoga makin menambah antusiasme pihak lainnya khususnya masyarakat dan generasi muda bahwasannya sederhana apapun upaya positif yang menjadi niatan maka akan lebih tepat jika dapat direalisasikan bersama Perpusda karena perannya yang bukan hanya sebagai pusat informasi namun juga wadah pembinaan potensi masyarakat.
Penulis : Mega
