Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Tuban
Masih dengan September ceria dan bulan gemar baca, dalam rangka menambah antusiasme perayaannya maka Perpustakaan Umum Tuban yang merupakan salah satu lembaga layanan publik dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan acara "Sosialisasi & Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan : Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi" mulai 26-27 September 2018 bertempat di Aula Auditorium lantai 2 Perpusda.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut diikuti peserta sejumlah 9 orang yang merupakan perwakilan dari Perpustakaan desa yaitu desa Sugiharjo (Tuban), Pucangan (Montong) dan Sokosari (Soko). Materi yang disajikan secara garis besar adalah pengetahuan seputar pentingnya pengembangan Perpustakaan berbasis TI, pola dan strategi pengembangan yang dapat diimplementasikan (khususnya terkait dengan pelibatan masyarakat dan penggunaan fasilitas layanan yang tersedia) dan peran positif dari dokumentasi kegiatan perpustakaan. Pemateri adalah Achmad Kholid. S (staf Perpusda ) dan pada penghujung acara ditutup dengan momentum serah terima bantuan 2 unit komputer (bantuan dari program PerpuSeru untuk replikasi Perpustakaan Desa 2018) bagi tiap Perpustakaan desa oleh Bapak Joko Prijono, S.H, M.Hum (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) kepada masing-masing kepala desa.
"Kian berkembang menjadi wadah aspirasi hingga fasilitator pemerataan layanan publik khususnya dalam aspek minat baca dan literasi maka melalui pelatihan dan bantuan 2 unit komputer bagi tiap Perpustakaan Desa ini semoga kedepannya masyarakat yang minat bacanya telah terbina semakin termotivasi untuk aktif mengembangkan potensi / minatnya sehingga berdampak bagi kesejahteraan diri sendiri maupun lingkungan sekitar", jelas Joko Prijono, S.H, M. Hum selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Tuban (27/09).
Perwujudan kegiatan pengembangan Perpustakaan tersebut tidak terlepas dari upaya Perpusda untuk menunjukkan layanan prima sekaligus tetap berperan utama untuk peningkatan minat baca maupun literasi bagi masyarakat. Realitas tersebut kembali menyadarkan semua pihak bahwasannya Perpustakaan kini telah berintegrasi lebih dari tempat untuk mendapatkan informasi / membaca namun dapat berperan sebagai fasilitator pengembangan minat / potensi masyarakat. Hal ini yang nantinya menuntun optimalisasi pelibatan masyarakat oleh Perpustakaan secara sinergis dan berkesinambungan.
Penulis : Mega
