WORKSHOP PUSTAKAWAN SEKOLAH SD, SMP/MTS TAHUN 2017

Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat mendorong seluruh kegiatan baik administrasi maupun pelayanan publik menggunakan komputer. Hal tersebut berdampak pada perubahan sifat hasil kerja dari semula yang menggunakan media konvensional (kertas)/ human readable menjadi media elektronik, dan berpengaruh pada perubahan kinerja pada setiap instansi publik baik negeri maupun swasta.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban selaku instansi pemerintah yang mengutamakan pelayanan publik dituntut untuk menggunakan teknologi informasi guna menunjang pelayanan yang lebih efektif dan efisien khususnya di bidang perpustakaan.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pustakawan/petugas perpustakaan sekolah dalam mengelola perpustakaan sekolah sehingga sesuai dengan kemajuan teknologi informasi, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban telah menyelenggarakan kegiatan Workshop Pustakawan Sekolah Tahun 2017 pada tanggal 17-26 April 2017. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban mengundang 207 sekolah (SD dan MTs/SMP) se- Kabupaten Tuban. Pemateri dalam kegiatan workshop pustakawan ini adalah Sri Wigatin, Miftakhun Nurin Fauziyati dan Dwi Okta Sulistiyawan Saputra dengan materi utama otomasi perpustakaan sekolah dengan program aplikasi Inlislite versi 3  yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini diberikan secara gratis.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan di sekolah, sehingga siswa-siswi tertarik untuk membaca di perpustakaan. Selain itu, untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui kegiatan workshop pustakawan ini secara tidak langsung telah mewujudkan cita-cita bangsa. Oleh karena itu, pentingnya meningkatkan layanan perpustakaan sekolah sangat diperlukan untuk menstimulus siswa-siswi gemar membaca.

Setelah workshop selesai, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban selaku pihak penyelenggara workshop akan melaksanakan monitoring terhadap sekolah-sekolah yang pustakawannya telah dibimtek. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat penerapan yang dilakukan oleh pustakawan sekolah setelah menerima materi workshop.

Yang tak kalah penting untuk merealisasikan otomasi perpustakaan (perpustakaan berbasis teknologi informasi) adalah peran sekolah untuk mengalokasikan dana untuk membeli perangkat komputer, scanner dan barcode scanner. Sebab, tanpa alat-alat tersebut otomasi perpustakaan tidak akan terwujud. (fajar.s)

FacebookWhatsAppEmailPrintSMSFacebook MessengerShare

Komentar